Monday, November 2, 2009

“next sebuah cerita dalam perjalan ttg syarat sabar”

jreng..jreng…akhirnya nulis lagi neh…nah kali ini mau melanjutakan cerita dalam sebuah perjalanan dibulan oktober, ya…karena bulan ini sudah bulan november.dalam sebuah rapat pada tanggal 19 oktober 2009 hari senin, mulailah dengan sebuah tausiah dan diskusi dengan temen-temen, dan juga dengan ustadz uze (sebutan pak ustadz yg sering kita singkat hehehehe…afwan pak ustadz).

berawal dari sebuah pertanyaanku ke mas uze…”mas syarat sabar itu apa ya”, biasa sambil agak bercanda dengan temen2 sebelum rapat dimulai, dan mas uze pun menjelaskan intinya “TAAT DAN ISTIQOMAH“. dan Taat ada dua syarat yaitu “MAU dan MAMPU“. penjelasan mau dan mampu ini dijabarkan sangat panjang dengan contoh sahabat nabi. dan pada intinya kita harus mau dan mampu untuk menjalani perintah Alloh dan menjauhi larangan Alloh. sedangkan TAAT sendiri kuncinya adalah IMAN, nah problem selanjutnya iman nya sudah benar apa belum??? ini masalah problem iman, iman yang benar adalah mengimani rukun iman.

setelah mendengarkan penjelsan yang begitu panjang dari mas ustad uze akhirnya kita diskusi tentang beberapa contoh problem yang ada dan sering kita hadapi, yaitupotensi permaslahan yaitu : JASMANI, AKAL, NALURI. penjelasan tentang naluri ada dua yaitu naluri mempertahankan kemanusiaan contohnya adalah cinta kasih, dan juga Qorizah bakoh yaitu mempertahankan eksistensi diri. dalam menyikapi semua itu ada beberapa orang dengan level pemahaman yg berbeda, yaitu semakkil kuat memahami maka semakin bijak memahami permaslahan yang ada. karena ada beberapa golongan manusia yaitu:

- 1. muslim mukmin

-2. muslim tapi dholim

-3. muslim tapi fasik

-4. kafir

dalam menyelesaikan permasalahn didunia harusnya diselesaikan dengan sebaik2nya, jika tidak terselesaikan maka akan ada pengadilan akhirat. dijelaskan dalam hadist bahwa Alloh tidak melihat rupa tapi Alloh melihat hati dan perbuatan.

sesungguhnya Alloh menegur kita karena Alloh sayang sama kita, yang ahrus kita lakukan adalah introspeksi diri “siapa tau kita melakukan dosa”

ya…sabar dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada dengan jalan Alloh.

nah ternyata jam sudah menunjukkan hampir jam 12 siang hla kok rapat juga belum mulai krna keasikan tausiah…dan akhirnya kamipun melanjutkan rapat kita…

mungkin itu udah sebuah cerita dalam perjalanan yg nantinya akan dilanjutkan dengan cerita2 yang mudah2an untuk kebajikan….

salam dan sukses selalu dr penulis

-suswanindah-

Posted by eka at 09:23:08
Comments

Leave a Reply